KLIK DISINI UNTUK MELIHAT-LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA RATA-RATA KEPOKMAS DAN BARANG STRATEGIS KABUPATEN BLORA PER TANGGAL 5 NOPEMBER 2015
Terjemahan
Indonesian Chinese (Simplified) English
Kurs Mata Uang
Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com ?>
Promosi

Industri

Perdagangan

Koperasi

UMKM

Home

The News

PENYULUHAN TEMPAT BERUSAHA BAGI PEDAGANG KAKI LIMA ( PKL ) DAN ASONGAN

RANDUBLATUNG – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah  ( UKM ) Kabupaten Blora melalui Bidang Perdagangan melakukan kegiatan penyuluhan tempat berusaha bagi pelaku pedagang kaki lima (PKL ) dan asongan, kegiatan ini dilaksanakan selama 1 ( satu ) hari tanggal 31 Juli 2018 di Gedung Sasono Rinenggo Kecamatan Randublatung.

Tujuan Dilakukan kegiatan ini untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan berusaha PKl menjadi usaha ekonomi mikro yang tangguh dan mandiri serta mewujudkan kota yang bersih, indah, tertib, dan aman dengan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai dan berwawasan lingkungan.

Kepala Dinas perdagangan Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Kabid Perdagangan dalam sambutanya mengatakan kegiatan ini dimaksudkanuntuk meningkatkan kedisiplinan PKL dan Asongan sehingga diharapkam dapat mematuhi peraturan perundang- undangan yang ada serta ikut memelihara keindahan, ketertiban, keamanan, kebersihan, dan kesehatan lingkungan ditempat usahanya.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 03 September 2018 05:03)

 

PELATIHAN KETRAMPILAN USAHA PRODUKTIF BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL ( SDL ) BIDANG HANDYCRAFT DI KABUPATEN BLORA

JEPON – Dinas Koperasi dan usaha kecil dan menengah ( UKM ) Provinsi Jawa Tengah Melalui Balai Pelatihan koperasi Usaha Kecil dan Mnengah bekerja sama dengan Dinas perdagangan, Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah ( UKM ) dalam pelatihan ketrampilan usaha produktif berbasis sumber daya lokal di bidang handycraft yang dilaksanakan selama 4 ( empat ) hari dari tanggal 27 s/d 30 Agustus 2018 dengan peserta 25 Orang di Rumah Bapak Heri Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.

Pelatihan ini dihardiri oleh Bapak Yudhi Sancoyo DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Blora, Bapak Lurah Tempellemahbang. Kegiatan ini bertujuan  untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan peserta dibidang Handycraft.

Menurut Bapak Yudhi sancoyo Pelatihan ini untuk membantu Masyarakat agar bisa berdaya guna, menjadi wirausaha yang pandai dan sukses sehingga bisa meningkatkan perkonomian keluarga dan perekonomian di desa tersebut. Dan diharapkan pula agar bisa menjual produk yang dihasilakan di tingkat kalanmagn menengah  ke atas, bisa menjual di luar Kabupaten Blora.

Bapak Ir. Maskur, MM menambahakan peserta pelatihan diharapkan mampu menyerap ilmu yang akan diberikan oleh narasumber, mampu membauat produk yang berkaualitas sehingga mampu bersaing dengan produk yang laianya.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 03 September 2018 05:05)

 

PELATIHAN MANAJEMEN RITEL BAGI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM)

JEPON -  PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk ( Alfamart ) dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM  Kab. Blora telah Melakukan Kegiatan Pelatihan manajemen ritel bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Blora.

Kegiatan pelatiha dilaksanakan selama 1 ( satu ) hari Tanggal 26 Juli 2018 di Rumah Makan Mr. Green . tujuan Diadakan pelatihan untuk menumbuhkan kesadaran pelaku usaha agar menjadi lebih kuat dan hebat.

Kepala Bidang Perdagangan Jasmadi, SE Mengharapkan dengan adanya pelatihan ini mampu menciptakan kesadaran pedaganagn kecil terutama dipasar tradisional agar mampu bersaing dengan pedagang pasar modern.

“Baik Pedagang Pasar tradisional maupun pedagang modern agar sama – sama berkembang dan berkontribusi pada perekonomian bangsa. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk pedagang, semoga kerjasama antara Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Blora dengan Alfamart terus berlanjut, “Katanya.

Sementara itu Hendri Hendarto, dari Pihak Alfamart mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk mengajak pedagang kecil agar memahami bisnis manajemen ritel modern, sehingga diharapkan ritel tradisional dan modern bisa tumbuh berdampingan dan saling bersinergi.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 03 September 2018 05:06)

 

SOSIALISASI DUKUNGAN INFORMASI PENYEDIAAN PERMODALAN

BLORA – Pemerintah kabupaten Blora melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( UKM ) Kabupaten Blora Mengadakan Sosialisasi dukungan informasi penyediaan permodalan bagi para pelaku usaha di Rumah Makan Djoglo tanggal 14 Mei 2018.

Tujuan dari Kegiatan Sosialisasi dukungan informasi penyediaan permodalan T.A 2018 ini adalah untuk memfasilitasi para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Blora dengan Perbankan dalam penyaluran kredit untuk mengatasi permasalahan permodalan.

Menurut Kepala Dindagkop dan UKM  Ir. Maskur. MM sosialisasi  ini sangat penting bagi pelaku usaha dalam menjalankan usahanya, karena tidak bisa dipungkiri bahwa sektor usaha, kecil dan menengah ( UKM ) memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian. Banyak juga kendala yang dialami oleh para pelaku usaha mulai dari modal, hal tersebut mengakibatkan tujuan yang seharusnya dapat dicapai dalam meningkatkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat sulit dicapai. Diharapkan setelah adanya sosialisasi ini bisa menjadi salah satu alternatif upaya Pemerintah untuk memfasilitasi para pelaku UKM di Kabupaten Bloradengan perbankan dalam penyaluran Kredit yang bedampak positif pada peningkatan hasil usaha yang optimal bagi para pelaku UKM.

Manager Marketing Bank Bri, Sri Mulyono Mengatakan, Kehadiran Perbankan ditengah Pelaku UKM sangat besar kontribusinya, program kita sangat memprioritaskan para pelaku usaha dalam menjalakan dan  memperbesar usahanya, ada progaram Kredit Usaha Rakyat    ( KUR ) yang bisa dimanfatakan oleh para pelaku usaha, diharapakan dalam memanfaatkan Kredit KUR agar digunakan untuk infestasi modal kerja, mengembangkan usaha bukan  digunakan untuk kebutuhan konsuntif.

Terakhir Diperbaharui (Senin, 03 September 2018 05:07)

 

Masalah dan Solusi Bagi PKL dan Pedagang Asongan

Ngawen, 10 April 2018 - Kelompok pedagang kaki lima sebagai bagian dari kelompok usaha kecil adalah kelompok usaha yang tak terpisahkan dari aset pembangunan nasional yang berbasis kerakyatan, merupakan bagian integral dunia usaha nasional yang mempunyai kedudukan, potensi dan peranan yang sangat strategis dalam turut mewujudkan tujuan pembangunan nasional pada umumnya dan tujuan pembangunan ekonomi pada khususnya.

Seringkali keberadaan PKL ini selalu dipermasalahkan karena beberapa alasan yaitu :

  1. Membuat tata ruang kota menjadi kacau dan adanya pencemaran lingkungan.
  2. Penggunaan ruang publik oleh PKL bukan untuk fungsi semestinya karena dapat membahayakan orang lain maupun PKL itu sendiri.

Namun kita harus memberikan solusi dari permasalahan tersebut, antara lain :

  1. Dan diberikan tempat/lokasi yang layak dan memadai.
  2. Dengan diberikan penyuluhan agara mentaati peraturan perundang-undangan yang ada.

Oleh sebab itu keberadaan PKL harus kita dorong agar bisa tumbuh dan berkembang kemampuan usahanya menjadi usaha ekonomi mikro yang tangguh dan mandiri dengan tetap menjaga kebersihan, keindagahan, ketertiban dan keamanan kota.

Dengan Penyuluhan ini diharapkan PKL dan Pedagang asongan di wilayah Kabupaten Blora akan bertambah tingkat kedisiplinannya untuk mentaati peraturan perundang-undangan yang ada.

 
Artikel yang lain...
Sedang Online
Ada 3 tamu online
Foto Pejabat
Link Kabupaten